Nah...good news nihh..akhirnya gw pun merasakan yang namanya "dikritik", gw senang, karena dari sekian banyak produk cd dari sekian banyak band yang terkirim ke meja redaksi mereka, tanpa gw harus mendatangi kantornya dalam rangka promo, ..Majalah sekaliber Rolling Stone sudi meluangkan waktunya untuk mereview album gw yang ke 3..makasih ya.
Gw aminin aja deh banyak 'hook' lagu yang akan menempel,dan bisa jadi racun di musik Indonesia.
Amin ya? Amin!!
so here's the review for us..:)..
" Tiga bersaudara Numata tampak berusaha keras untuk turut serta dalam gelombang lagu-lagu khas band-band masa kini. Bukti yang hadir yaitu begitu banyaknya hook yang (semoga) menempel, lirik putus cinta (sebagai tema dari tujuh di antara sepuluh lagu di album ini), dan terutama, musikalitas yang satu warna itu. Dari permainan trio drummer/gitaris Inu, vokalis Mhala, dan pemain piano/synthesizer Tantra, tidak ada instrumen yang dibuat menonjol, bagian gitar solo hadir ‘rendah hati’, dan vokal Mhala hanya bisa dibilang tidak istimewa. Melodi awal dalam single pertama “Begini Begitu” yang ‘sangat masa kini’ bisa jadi membuat Numata tak dikenal lagi sebagai grup musik yang sebelumnya telah mengeluarkan dua album ini, Dengar Numata (2004) dan Numata (2007). Belum lagi bagian refrain yang se-pertinya menjadi tumpuan hebat sebagai racun selanjutnya dalam musik Indonesia. Tapi menilik lirik yang berucap, “Aku maunya begini/Kamu maunya begitu/Aku ingin-nya begini/Kamu ingin-nya begitu”, yang saya mau dan ingin-kan adalah segera berak-hirnya lagu ini. "
Editor : WENING GITOMARTOYO
Dikutip dari http://www.rollingstone.co